White Space, Teknologi Baru untuk Akselerasi Internet Pedesaan
Microsoft mengembangkan White Space yaitu
pemanfaatan frekuensi yang tidak terpakai untuk dipakai menjadi
jaringan internet tanpa kabel (wifi).
“White space adalah teknologi baru yang
memanfaatkan frekuensi kosong, misalnya frekuensi TV, tanpa mengganggu
saluran frekuensi TV tersebut,” kata Kepala Bidang Teknologi Nasional
Microsoft Indonesia Tony Seno Hartono.
Frekuensi TV menurut Tony berada pada 2,4
GHz dan hanya mampu menjangkau hingga 100 meter dengan satu pemancar
sinyal (transmitter).
“Tapi dengan teknologi yang baru,
frekuensinya lebih rendah yaitu pada 50-700 MHz dengan jangkauan hingga
3-4 kilometer sehingga satu desa dapat terkoneksi internet dengan hanya
satu transmitter dan memanfaatkan frekuensi TV yang tidak ada
channel-nya,” jelas Tony.
Teknologi tersebut juga dapat menyatukan
sejumlah frekuensi yang tersebar untuk menjadi satu sehingga frekuensi
yang tidak terpakai dapat digunakan untuk wifi.
“White space juga dapat melepaskan
pemakaian frekuensi bila ternyata pemilik frekuensi tersebut misalnya
stasiun TV sudah mengisi frekuensi tersebut, uji coba kami sudah
dilakukan 2 tahun di Inggris dan sejauh ini tidak mendapatkan keluhan
dari stasiun TV mana pun,” tambah Tony.
Menurut dia, teknologi ini dapat menjadi
salah satu solusi untuk internet di pedesaan karena stasiun TV di
pedesaan hanya sedikit.
“Namun penggunaan frekuensi tersebut
memang memerlukan regulasi dari Kementerian Komunikasi dan Informatika,
tapi teknologi ini lebih murah dibanding harus memakai WiMax,” papar
Tony.
WiMax (Worldwide Interoperability for
Microwave Access) merupakan teknologi akses nirkabel pita lebar yang
memiliki kecepatan akses yang tinggi dengan jangkauan yang luas.
Menurut data Kemkominfo, terdapat 41 ribu
desa yang sudah mendapat akses telekomunikasi, namun masih ada 32 ribu
desa yang belum dan menjadi target program Kewajiban Pelayanan Universal
(KPU) yang mencakup desa dering, desa pintar, pusat layanan Internet
kecamatan (PLIK), dan Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK).
Di kawasan timur seperti Maluku dan
Papua, pemerintah kesulitan membangun program KPU karena sulitnya medan
untuk ditembus dan terbatasnya sarana transportasi menuju desa target..republika.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar